Iklan Dua

Resmi, Noval Asfihani Nahkodai Kadin Balikpapan Lima Tahun ke Depan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Noval Asfihani (tengah) menerima bendera pataka sebagai tanda resminya memimpin Kadin Balikpapan periode 2026-2031.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Musyawarah Kota (Mukota) XII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan tak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan arah baru dunia usaha di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam forum yang digelar di Royal Mahligai, Rabu (8/4/2026), Noval Asfihani melenggang mulus sebagai ketua periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.

Minimnya dinamika dalam proses pemilihan justru mencerminkan solidnya dukungan pelaku usaha terhadap figur Noval. Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan dunia usaha sekaligus menangkap peluang besar yang muncul seiring percepatan pembangunan IKN.

Usai terpilih, Noval langsung membeberkan arah kebijakan yang akan ditempuh. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas jejaring kerja sama internasional, termasuk membuka peluang investasi di sektor strategis seperti kesehatan. Ia mengungkapkan, komunikasi awal telah terjalin dengan Kadin Sarawak, Malaysia.

“Kami melihat ada ketertarikan dari Sarawak untuk menjajaki investasi di Balikpapan, khususnya di bidang layanan kesehatan. Ini peluang yang harus disambut serius,” ujarnya.

Menurut Noval, Balikpapan memiliki modal kuat untuk menjadi tujuan layanan kesehatan regional. Selama ini, tren masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri justru bisa dibalik jika kualitas layanan lokal terus diperkuat dan dipromosikan secara masif.

“Fasilitas dan tenaga medis kita sebenarnya sudah kompetitif. Tinggal bagaimana membangun kepercayaan publik dan memperluas eksposur,” katanya.

Tak hanya investasi, peluang kolaborasi juga terbuka dalam bentuk pertukaran pengetahuan dan teknologi kesehatan lintas negara. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sektor medis di daerah.

Dalam masa kepemimpinannya, Noval mengusung visi besar membangun ekonomi Balikpapan yang inklusif, inovatif, dan kompetitif. Ia menekankan pentingnya peran Kadin sebagai rumah besar dunia usaha yang mampu merangkul seluruh pelaku ekonomi, dari skala besar hingga UMKM.

Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penguatan kemitraan dengan pemerintah, peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, hingga dorongan transformasi digital. UMKM, menurutnya, harus didorong naik kelas agar mampu menembus rantai pasok regional dan nasional.

Struktur kepengurusan baru akan segera dirampungkan bersama tim formatur yang telah ditunjuk, yakni Yuli Shinta Novianti, M Ali, dan Halim Wardhana.

Sementara itu, perwakilan Kadin Kalimantan Timur berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa dampak nyata bagi dunia usaha di Balikpapan.

“Semoga hasil Mukota ini menjadi titik awal penguatan ekonomi daerah dan memberi manfaat luas bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru, Kadin Balikpapan kini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar. Di tengah arus investasi dan transformasi ekonomi Kalimantan Timur, soliditas organisasi dan ketajaman strategi akan menjadi kunci dalam menjadikan Balikpapan sebagai simpul penting pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)