Dalam reses itu, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyuarakan keresahan mereka atas lambatnya pemerataan pembangunan di Balikpapan Timur, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Kekecewaan masyarakat mencuat, dikarenakan dengan derasnya pembangunan kota yang terus bergerak ke barat, warga Balikpapan Timur merasa seolah tertinggal.
Pasalnya, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Balikpapan Timur yang diwacanakan dibangun tahun depan, dan digadang-gadang menjadi solusi layanan kesehatan di kawasan itu, kembali tertunda.
“Kalau ada warga sakit atau kecelakaan, kami harus ke RS Kanujoso atau rumah sakit lain di tengah kota. Jaraknya jauh dan bisa memakan waktu lama. Kami berharap RS Balikpapan Timur segera dibangun, jangan terus ditunda,” keluh A’an, warga RT 2 Lamaru.
Aspirasi lain datang dari Ardiansyah. Ia menyampaikan warga setempat, meminta agar pengerjaan drainase dan jembatan segera diselesaikan karena rawan menyebabkan longsor. Ia juga mengeluhkan jalan berlubang yang sering memicu kecelakaan di lingkungan mereka.
Menanggapi aspirasi tersebut, Raja Siraj menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan RS Balikpapan Timur.
Dewan Dapil Balikpapan Timur itu mengungkapkan, bahwa proyek rumah sakit sebenarnya sudah dianggarkan sekitar Rp200 miliar, namun tertunda akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Anggarannya sudah disiapkan di DPRD, tapi karena DBH dipotong, pembangunannya tertunda. Meski begitu, kami akan terus perjuangkan karena ini kebutuhan mendesak bagi warga Timur,” tegasnya.
Raja juga menyoroti persoalan minimnya sekolah di wilayah tersebut. Ia menyebut penambahan ruang belajar bisa menjadi solusi sementara sambil mendorong pembangunan unit sekolah baru.
Untuk masalah infrastruktur, ia meminta warga menyampaikan data dan dokumentasi lengkap agar dapat diteruskan ke dinas terkait.
“Silakan koordinasi dengan tim kami. Foto, titik koordinat, semua mohon dicatat. Kalau perlu, kami turun langsung untuk cek lapangan,” kata politisi Gerindra itu.
Di akhir kegiatan, Raja menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Reses ini bukan sekadar mendengar keluhan, tapi mencari jalan keluar bersama. Semoga aspirasi warga Lamaru ini menjadi dorongan nyata untuk percepatan pembangunan di Balikpapan Timur,” pungkasnya. (man/adv)
Tulis Komentar