Iklan Dua

PKB Kaltim Tegaskan Politik Kehadiran dalam Muscab, Kader Diminta Hadir Nyata di Tengah Rakyat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Musyawarah Cabang Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan

poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) se-Kaltim di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026). Forum lima tahunan ini tak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga penegasan arah perjuangan partai ke depan.

Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menyampaikan bahwa Muscab merupakan momentum penting untuk menilai capaian partai sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik mendatang. Dalam forum tersebut, terdapat tiga agenda utama yang dibahas, mulai dari evaluasi hasil Pemilu 2024, penyusunan program menuju Pemilu 2029-2030, hingga proses regenerasi kepengurusan di tingkat cabang.

Namun demikian, ia menekankan bahwa yang paling utama adalah bagaimana kader PKB mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan partai di tengah masyarakat, khususnya melalui konsep politik kehadiran.

“PKB tidak cukup hanya hadir saat pemilu. Kader harus hadir setiap saat di tengah masyarakat, menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Menurutnya, politik kehadiran bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan dalam tindakan. Kader dituntut untuk peka terhadap kondisi masyarakat dan terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Ia mencontohkan, kader PKB harus mampu hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan, mulai dari membantu warga yang rumahnya tidak layak huni, memperjuangkan akses layanan kesehatan bagi yang tidak mampu, hingga memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

“Kalau ada warga sakit dan kesulitan berobat, kader harus hadir. Kalau ada anak putus sekolah, kader harus turun tangan. Inilah yang kami maksud dengan politik kehadiran,” jelasnya.

Selain itu, Syafruddin juga mengingatkan pentingnya dua pilar lainnya, yakni politik kepeloporan dan politik keteladanan. Menurutnya, ketiga konsep tersebut harus berjalan beriringan agar PKB benar-benar menjadi partai yang dekat dengan rakyat.

Dalam Muscab tersebut, PKB Kaltim juga menetapkan target politik pada pemilu mendatang dengan membidik perolehan 11 kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, PKB memiliki enam kursi, sehingga diperlukan kerja keras seluruh kader untuk mencapai target tersebut.

“Target ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari komitmen kita untuk memperkuat kehadiran PKB di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis, jika seluruh kader konsisten menjalankan politik kehadiran, maka kepercayaan publik terhadap PKB akan semakin meningkat. Dengan demikian, partai tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga memiliki peran nyata dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. (rud)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)