Iklan Dua

Pembangunan RS Sayang Ibu Berdampak ke Warga, Gasali Sebut Kontraktor Bersedia Lakukan Perbaikan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali menyampaikan bahwa pihak kontraktor bersedia untuk melakukan perbaikan-perbaikan permukiman warga yang terdampak dari pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di atas lahan eks kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltim, RT 16, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.

Ya, hal tersebut diungkapkannya setelah pihak Komisi IV melakukan mediasi bersama warga RT 16, pihak kontraktor dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kota Balikpapan, beberapa waktu yang lalu.

"Jadi kesimpulan dari mediasi, pihak kontraktor mau bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Artinya nanti ada solusi dari kontraktor," ungkap Gasali saat ditemui belum lama ini.

Kendati begitu, Gasali menegaskan bahwa hingga saat ini pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu masih berjalan seperti biasa dan berprogres. Disebabkan, Pemerintah Kota menargetkan agar gedung fasilitas kesehatan itu tuntas pada pertengahan tahun ini.

Dan kontraktor sebagai pihak pelaksana didorong untuk bekerja secara maksimal. Mengingat kontrak kerja akan diberhentikan jika kontraktor tidak memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan.

"Pembangunan Rumah Sakit ditarget tuntas secara fisik pada Juni 2025 mendatang. Dan kalau tidak selesai, berarti kontrak putus secara otomatis," tegas politisi Golkar itu.

Gasali mengemukakan, bahwa sampai sejauh ini, pembangunan Rumah Sakit tipe C dengan luas 1,8 hekter dan nantinya akan memiliki lima lantai serta berkapasitas 103 tempat tidur itu, masih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024, yakni dengan pembiayaan Rp 106 Miliar.

"Karena ada hal-hal yang terduga pada saat pembangunan awal, maka pihak kontraktor diberi kesempatan lagi untuk memperpanjang pengerjaannya hingga 2025. Jadi hingga saat ini pekerjaan itu masih menggunakan Anggaran tahun 2024," tutupnya.

Untuk diketahui, pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat dengan luas 30x170 meter hingga ke arah laut itu, dikerjakan dengan dua tahap pembiayaan. 

Pada tahap pertama, pembangunan terfokus pada konstruksi rumah sakit, dengan kucuran anggaran yang tersedia sebesar Rp 106 miliar dari APBD 2024. Kemudian, usai bangunan struktur rampung, pembangunan akan berlanjut pada proses finishing tahun 2025, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 60-70 miliar dari APBD 2025. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)