Iklan Dua

Pelindo Siapkan Layanan Maksimal Jelang Puncak Mudik di Pelabuhan Semayang

$rows[judul] Keterangan Gambar : General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Semayang, PT Pelindo Regional 4 Balikpapan memperkuat kesiapan layanan bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan laut. Persiapan menghadapi lonjakan penumpang tersebut telah dilakukan sejak Februari 2026, mulai dari penataan terminal penumpang hingga peningkatan kesiapan petugas di lapangan.



General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang mudik melalui pelabuhan tersebut.

“Pelindo mengusung tagline pelayanan Melayani Sepenuh Hati untuk memastikan seluruh pemudik mendapatkan layanan yang maksimal di terminal penumpang,” ujarnya saat kegiatan buka puasa bersama stakeholder kepelabuhanan di Blue Sky Hotel Balikpapan, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan, seluruh petugas terminal telah diinstruksikan untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada penumpang agar proses keberangkatan berjalan nyaman dan aman.

“Pemudik yang berangkat dari Balikpapan harus dilayani seperti keluarga sendiri. Itu yang selalu kami tekankan kepada petugas di terminal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari dukungan layanan informasi, Pelindo juga membuka Posko Mudik Terpadu yang akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 18 April 2026. Posko tersebut diharapkan dapat membantu penumpang memperoleh informasi perjalanan serta pelayanan selama masa angkutan Lebaran.

Posko tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, melalui apel kesiapsiagaan yang melibatkan berbagai unsur terkait di lingkungan pelabuhan.

Dalam kesempatan itu, Weku mengingatkan pentingnya disiplin keselamatan bagi para penumpang selama berada di atas kapal, terutama saat proses kapal akan bersandar di pelabuhan tujuan.

Menurutnya, sering kali penumpang berdiri dan berkumpul di sisi kapal ketika kapal hendak merapat karena ingin segera turun. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas kapal.

“Karena itu kami mengimbau penumpang tetap mengikuti arahan awak kapal demi menjaga keselamatan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama selama periode angkutan mudik Lebaran tahun ini. Seluruh operator kapal juga telah diingatkan untuk memastikan standar keselamatan pelayaran terpenuhi, mulai dari kelengkapan alat keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga pengaturan arus penumpang di atas kapal.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang menekankan pentingnya keselamatan transportasi laut selama masa mudik Lebaran.
Secara nasional, jumlah penumpang kapal laut pada periode mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun untuk wilayah Balikpapan, lonjakan penumpang diprediksi tidak terlalu signifikan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pelabuhan, peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Semayang diperkirakan hanya sekitar 1 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, KSOP Balikpapan memperkirakan puncak arus mudik melalui jalur laut di Balikpapan akan terjadi pada 17–18 Maret 2026. Meski kenaikan penumpang diperkirakan tidak terlalu tinggi, pengawasan tetap diperketat guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. 

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tertib saat proses naik dan turun kapal guna menghindari kepadatan di area embarkasi maupun debarkasi. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)