poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketua Komisi IV DPRD
Kota Balikpapan, Gasali, memastikan rencana pembangunan rumah sakit di kawasan
Balikpapan Timur tetap berjalan pada tahun 2026. Proyek yang telah lama
dinantikan masyarakat ini kini memasuki tahap perencanaan lanjutan dan persiapan
proses lelang.
Saat diwawancarai,
Selasa (28/4/2026), Gasali menyampaikan bahwa secara penganggaran, proyek
tersebut sudah mendapat alokasi dana dan mulai menunjukkan progres. Namun, ia
mengakui hingga saat ini pihak DPRD masih menunggu pembaruan informasi teknis
dari pemerintah kota, khususnya terkait tahapan lelang dan pelaksanaan di
lapangan.
“Alhamdulillah anggaran
sudah ada, perencanaan juga sudah berjalan menuju proses pelelangan. Tapi
sejauh ini kami masih akan cross check lagi, terutama dari tim teknis, untuk
memastikan sudah sampai mana progresnya dan apa saja kendalanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD
sebelumnya telah membahas sejumlah aspek penting terkait pembangunan rumah
sakit tersebut, termasuk mekanisme pelaksanaan dan kesiapan lahan. Meski
begitu, informasi terbaru mengenai detail pelaksanaan masih dinilai perlu
diperjelas agar pengawasan dapat berjalan maksimal.
Berdasarkan rencana,
pembangunan tahap awal pada tahun 2026 akan didukung anggaran sekitar Rp50
miliar hingga Rp55 miliar yang bersumber dari APBD Kota Balikpapan. Anggaran
tersebut difokuskan untuk pekerjaan dasar, seperti pembersihan lahan (land
clearing), manajemen keselamatan konstruksi, serta pembangunan struktur awal.
Rumah sakit ini akan
dibangun di Jalan Mulawarman, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, di atas lahan
seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Kehadiran fasilitas kesehatan ini
diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan medis masyarakat di wilayah timur
kota yang selama ini masih terbatas aksesnya.
Proyek ini dirancang
menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears), sehingga pembangunan dapat
dilakukan secara bertahap namun terencana, dengan target penyelesaian tepat
waktu. Pemerintah kota juga menetapkan pembangunan rumah sakit ini sebagai salah
satu program prioritas, seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di
Balikpapan Timur.
Sempat muncul
kekhawatiran proyek ini akan tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Namun, Gasali menegaskan bahwa hingga saat ini rencana pembangunan tetap
berjalan sesuai agenda.
“Kita tentu berharap
tidak ada hambatan berarti. Ini kebutuhan masyarakat, jadi harus dikawal
bersama agar bisa segera terealisasi,” tegasnya.
DPRD Balikpapan,
lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek tersebut,
mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, guna memastikan pembangunan
berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi
masyarakat. (adv/rud)
Tulis Komentar