Keterangan Gambar : Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Wacana penggantian atap seng ke genteng yang dikaitkan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki potensi besar bagi penguatan ekonomi daerah. Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, melihat program tersebut bukan hanya soal material bangunan, tetapi juga peluang untuk menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).
Alwi mengakui baru mengetahui rencana program gentengnisasi tersebut. Meski demikian, ia menilai gagasan itu patut dikaji secara serius, terutama jika benar penggunaan genteng dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan seng.
“Kalau memang genteng lebih murah dan manfaatnya lebih banyak, tentu ini menarik untuk kita dukung,” ujarnya Alwi seusai memimpin Paripurna HUT ke-129 Kota Balikpapan, di Balroom Hotel Gran Senyiur, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, kajian mendalam perlu dilakukan untuk membandingkan harga, daya tahan, dan kualitas antara atap seng dan genteng. Hasil perbandingan tersebut menjadi dasar penting sebelum kebijakan diterapkan secara luas di daerah.
“Yang paling penting adalah pembuktiannya. Kalau genteng lebih murah dan kualitasnya juga lebih baik, tentu tidak ada alasan untuk menolak,” kata Alwi.
Ia menegaskan, apabila program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat, maka pemerintah daerah dan DPRD harus siap memberikan dukungan agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Kalau ini memang program presiden dan tujuannya efisiensi, ya harus kita dukung bersama,” tambahnya.
Lebih jauh, Alwi menilai kebijakan gentengnisasi berpotensi memberi dampak ekonomi langsung, khususnya bagi pengrajin dan pelaku usaha genteng berbahan tanah liat di Balikpapan. Peningkatan permintaan dinilai bisa membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lapangan kerja.
“Di Balikpapan ada pelaku usaha genteng lokal. Kalau program ini berjalan, tentu akan membantu UMKM dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia pun optimistis, apabila kebijakan tersebut diterapkan secara masif, perputaran ekonomi di sektor bahan bangunan akan meningkat signifikan.
“Kalau kebutuhan genteng meningkat, usaha lokal ikut bergerak. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tutup Alwi. (man)
Tulis Komentar